Nyeput naskah lontar kuno
Proses
nyeput pada naskah lontar kuno di Lombok.
Di
susun oleh :
Nama
: Ayu Puji Lestari Dewi
NIM
: E1C117006
UNIVERSITAS
MATARAM
PENDIDIKAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Assalammualaikum
Wr.wb
Haiii
kembali lagi dicerita saya selanjutnya tentang mengenal lebih dalam lagi
tentang naskah kuno lontar yang saya pelajari sebelumnya.
Seperti
biasa saya akan menceritakan sedikit dari awal perjalanan sampai ditempat
tujuan. Langsung saja bersama 3 teman saya, kami akan mengunjugi tempat
sebelumnya yang tempatnya di desa sade Lombok tengah. Saat diperjalanan kami
seperti kemaren melewati perjalanan yang cukup panjang karna lumayan jauh, dan
pada saat diperjalanan kami melewati banyak tempat menarik salah satunya desa
rembitan, dan masih byk lagi desa wisata lainnya. Tak terasa kami sudah sampai
didesa sade tersebut. Setelah itu kami langsung mencari pemandu kami yang
sebelumnya memandu kami di desa tersebut. Bertemulah kita, saat saya ingin di
antar lagi ketempat papuq tersebut ternyata tidak bisa ditemui pada saat itu
karna papuq tersebut sedang banyak acara yang diadakan didesa sade itu. Kami
langsung berpikir bersama dimana lagi kami akan mencari orang yang memegang
naskah kuno tsb. Pada saat itu kami langsung bertanya pada teman kita yang
sudah duluan berkunjung ke kuripan tepatnya desa sengkoah. Sebelum kami kesana ,kami makan siang dulu,
barulah melanjutkan perjalanan ke kuripan.
Perjalanan
cukup jauh lagi, akhirnya kami masuk ke kuripan dan kami langsung bertanya
dimana desa sengkoah dan langsung kami ditunjukan tempatnya, kami mencari mamiq
upik salah seorang yang masih memegang naskah kuno itu. Setelah sampai di depan
rumahnya kami langsung mengucapkan salam dan langsung di samput baik oleh mamiq
tsb. Setelah dipersilahkan duduk kami langsung dijelaskan naskah kuno tsb.
Kemudian menjelaskan jenis-jenis naskah kuno lontar yang ia sudah
pelajari/miliki.
Berikut
salah satu foto lontar kuno :
Langsung
saja kami dijelaskan tradisi nyeput, dalam masyarakat Lombok suku sasak,
terdapat keragaman tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini. Dari
keragaman tersebut terdapat suatu tradisi yang banyak digunakan dalam
acara-acara keagamaan atau yang sering disebut dengan prosesi nembang
(pembacaan takepan). Erat kaitannya dengan takepan, terdapat satu prosesi yang
biasanya disebut prosesi nyeput. Nyeput bukan sekedar ramalan semata, tetapi
itu gambaran atau pilihan yang kita pilih secara ikhlas niat dari hati yang
bisa saja terjadi di masa depan kita.
Setelah
dijelaskan kami langsung ditunjuk satu persatu penyeputan, saya dapat giliran
ke3, sebelum mulai saya disuruh berniat baik yang ikhlas untuk masa depan saya
sambil menutup mata, kemudian tetap sambil memejamkan mata saya diminta untuk
mengambil satu atau sehelai lontar yang saya pilih, setelah saya memilihnya
lalu mamiq upik mengambil dan membaca isi lontar yang saya pilih. Isinya
tentang “ucapan orang tua raden jaye
angkase , jgn sampai anak saya ikut tapi raden tsb ttp ikut. Karna berbahaya
kalau raden ikut karna ingin berburu kata raja. Kijang banteng bnyak yang galak
di hutan kata raja kepada raden anaknya. Jangan sampai nantik terjadi yang
tidak-tidak seperti babi yang mengamuk itu yang ditakutkan raja, karena istilah
jangan sampek terjadi seperti itu. Sekalipun begitu saya akan tetap ikut kata
raden jaya angkase, karna saya ingin sekali melihat katanya. Naikan saya nantik
di atas pohon katanya raden trune, nanti dari jauh saya akan lihat di atas
pohon ktanya. Dia ingin sekali melihat kuda berpacu mengejar mangsanya. Pagi
tiba, pasukan sudah siap. Ceritanya semua pembesar-pembesar di undang dipanggil
oleh raja ketempat musyawarahnya. Dan semua sudah siap datang dengan pakaian
yang serba bagus, jadi putra-putra menteri di ajak ikut datang, dan semua
perjaka ikut semua”
Jadi
kesimpulannya kata mamiq upik,di dalam niat nyeput saya besok bisa saja
berhasil dalam urusan pekerjaan karna kisah yang saya pilih tentang kerjaan
yang mengundang para menteri-menteri besar pada saat itu. Pokoknya bagus dalam
urusan pekerjaan besok, insyaallah…
Lega
sudah hati saya menjalani proses nyeput tsb, akhirnya tak terasa kami semua
sudah melakukan nyeput satu persatu. Banyak yang bisa saya ingat saat mamiq
upik menjelaskan satu-satu naskah kuno lontar tersebut, setelah itu kami pun
disuruh mengusap mata pakai air kembang supaya mata kita tidak buram dan
setelah itu kamipun berpamitan kepada mamik upik dan istrinya.
Terimakasi
buat kalian yang sudah membaca cerita saya, mohon maaf jika banyak salah kata
yang kurang berkenan, manusia tidak luput dari kesalahanJ
Sampaiiii
jumpaaa JJJ




Semangat.. Ditunggu nexs artikelnya π
BalasHapusSangat bermanfaat ππ
BalasHapusDaebak π
BalasHapusSangan bermanfaat, mantap jiwooooo
BalasHapusνΈμ§ μλ»
BalasHapusKeren ji.
BalasHapusUwu mantul sekali kak!
BalasHapusKeren kak
BalasHapusNambah lagi ilmu sya baca postingan ini, sangat bermanfaat. Terimakasih
BalasHapusBagus kaks
BalasHapusBagus kaks
BalasHapusBagus kaks
BalasHapus